Jumat, 05 April 2019

Minyak goreng

Dengan tanpa tidur
Nasi tanpa makan
Tiba-tiba saja kau tak bernyawa
Aku kira mereka memberinya racun dalam nasi itu, tapi kamu tak makan
dan kukira juga pisau tajam itu berdiri dikasur, namu lagi-lagi kau tak sedang tidur bukan.
Lalu dengan apa, dan bagaimana kau bisa tak bernyawa?

Share:

Sabtu, 16 Maret 2019

Jumat, 15 Maret 2019

Batu apung

Ha
Haha
Hahaha
Hahahaha
Hahahahaha
Hahahahahaha
Hahahahahahaha

Permainanku kamu coba mainkan?
Boleh saya ketawa?
Jika boleh, saya ucapkan Terimakasih

Hahahahahahaha
Hahahahahaha
Hahahahaha
Hahahaha
Hahaha
Haha
Ha

Permainan itu khusus orang-orang profesional sayang
Kamu jangan coba-coba hal itu
Kamu mau hal lain yang terjadi?
Janganlah, ayolah sewajarnya saja
Nadimu masih berdenyut bukan?
oh iya, hidungku masih normal, masih bisa mencium aroma-aroma yang tak sedap perihal kau
Mataku masih normal dan bisa melihat apa, siapa, mengapa, kapan, dimana dan bagaimanya.
Mulutku masih bisa berbicara lantang meski tak terdengar sampai ketelingamu
Kaki? kakiku apalagi, aku disini, iya aku disini, tapi otakku berjalan tanpakaki dan bisa mengintai
Apalagi? sudahlah, sebelum semuanya terlambat, sobek kertas putih yang mulai ada bercak merah itu, selagi kamu masih belum jauh sayang.
Share:

Sabtu, 05 Mei 2018

MAAF

Maaf , aku tak bisa sama seperti mereka
Maaf, aku tak bisa seperti yang kau mau
Dan Maaf, aku belum bisa seperti mereka

Kukira kau tak sama seperti yang lain, menerimaku karena aku sama seperti mereka, ketika aku lain dari mereka, kau dan mereka malah menghiraukanki.
Maaf
Maaf
Maaf
Aku manusia apa adanya
Bukan ada apanya, aku diajarkan hidup sederhana, bukan mempesona bak raja disinggasana.

Share:

Minggu, 22 April 2018

Belum Nemu Judul

"akhhh!!!" erangan seorang anak laki-laki terdengar dari balik daun pintu kamar mandi sekolah sontak seorang guru BP yang sedang beroprasi mendobrak daun pintu itu, dan disitulah, anak laki-laki tergeletak dengan sebatang rokok dan 1 buah jarum suntik.

Perkenalkan namaku Ricky, nama panjangku ricky pramudiya ananta, iya seperti seorang penulis buku bukan, nama itu diberikan papaku, papaku seorang pejabat, mamaku seorang direktur perusahaan ternamadi di kota ini, mereka super sibuk, aku menyebutnya mereka bak Sepasang Ayam,Pagi keluar, bedanya Ayam maghrib sudah pulang,tapi mereka terkadang tengah malam baru pulang dan itupun langsung tertidur, mereka tak pernah menanyakan bagaimana sekolahku? Bagaimana keadaanku? aku bak dianak tirikan dengan pekerjaan mereka,bisa dibilang aku haus kasih sayang dari orang tua, iya mereka memang mencari nafkah untuk aku, tapi setidaknya mereka punya sedikit waktulah buat tahu bagaimana aku saat ini, tapi ya sudahlah.

------
Hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA, tanpa seorang teman aku melangkahkan kakiku disebuah SMA yang katanya SMA FAVORIT, aku tidak begitu peduli akan hal itu, karena SMA yang ku impikan sejak SD bukan disini, bukan SMA tapi SMK lebih tepatnya, sesampainya dikelas aku orang pertama dipanggil oleh guruku untuk memperkenalkan diri, 
"Perkenalkan nama saya Ricky" dan bla bla bla

Share:

Jumat, 30 Maret 2018

Harapan yang pupus

Sepenggal asa yang tlah usai
serpihan doa yang selalu kupanjatkan
mungkin sudah tak berlaku lagi disetiap renungan
"Apa pedulimu?" kau ucap
seketika itu aku tak bisa berucap satu katapun
tanpa basa sama basi aku berblik arah
menjauh, mungkin itu pilihan yang tepat
namun suatu saat kau akan merasa apa yang kurasa saat ini
ini bukan tentang cinta, mencintai ataupun dicintai
namun sudahlah, ini selesai sampai disini
dengan harapan usai 
ku berererai
aku 
kamu
tak mempedulikan.
Share:

Selasa, 20 Maret 2018

Selamat Hari Puisi Se Dunia (Internasional)

Selamat hari puisi se Dedunia(Internasional)
maaf saya tidak bisa berpuisi layaknya para penyair di pulau sebrang sana,
yang dengan mahirnya mereka melantukan setiap baitnya,
kurasa aku belum mampu menciptakan puisi dan menyainginya,
karena abjadku hilang ketika mereka berebut angkuh  dan menelannya,
aku tak sadarkan diri waktu itu,
dengan tatapan kosong, mereka menyerbu abjad yang diberi olehNya,
sadis memang,
tapi suatu saat mungkin aku bisa seperti mereka, namun takkan persis sama,
sebut saja penyair rongsokan,
menciptakan puisi dari  hasil pungutan  abjad penyair mahir seperti mereka. #Happyworldpoetryday
Share: